KarakTeristik Keluarga Kreatif


Konsep Renzulli KeberbakatanKARAKTERISTIK KELUARGA YANG KREATIF

Empat jenis kreativitas, sesuai dengan empat bidang konten dalam Struktur Intelek Guilford (1975), yaitu figural, simbolis, semantis, dan sosial (parilaku),

dinilai menurut skala 1 sampai dengan 9 Contoh dari produk bidang kreativitas, seperti:

1) Figural adalah seni pahat/ukir, arskektur;

2) Simbolis adalah dalam bidang matematika, musik, balet;

3) Semantis adalah dalam bidang jurnalistik, menulis naskah,

4) Sosial (berkenaan dengan perilaku) adalah dalam bidang psikologi dan pendidikan.

Kriteria skala penilaian adalah 3 jika produknya tidak mendapat penghargaan, 5 jika pcnghargaannya bersifat lokal, 7 jika penghargaan yang diberikan adalah regional, dan 9 jika mendapat penghargaan nasional. Skor total adalah jumlah dari empat skor untuk empat bidang tersebut di muka. Data yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari studi ini adalah:

1) Korelasi antara tes kreativitas dan penilaian karya kreatif

2) Perbedaan dari nilai rata-rata (berdasarkan t-test) antara sampel yang kreatif dan yang tidak.

3) Jawaban terhadap 42 pcrtanyartn wawancara dianalisis sccara kualitatif.

4) Orangtua dari 25 remaja yang paling krearif diminta untuk mendiskusikan berbagai topik berkenaan dengan apa yang menumbuhkan anak yang kreatif.

Yang ditarik dari studi ini adalah:

1) Faktor genetis versus lingkungan keluarga yang dipilih karena salah seorang dari orangtua dinilai sangat kreatif, lebih dari separo anak rnereka juga di atas rata-rata dalam hal kreativitas.

2) Aturan perilaku Orangtua dari remaja kreatif tidak banyak menentukan aturan perilaku di dalam kctuarga. Kelornpok orangtua ini rata-rata hanya menentukan kurang dari satu aturan, seperti jumlah jam belajar, waktu tidur dan aturan untuk kegiatan lain. Kelompok keluarga yang tidak kreatif mcnerapkan rata-rata enam aturan pcrilaku. Namun, orangtua dari remaja yang kreatif bukannya pcrmisif dalam cara aturan. Mereka menentukan dan meneladankan (model) seperangkat nilai yang jelas, dan mendorong anak-anak mereka untuk menentukan perilaku apa yang mcncerminkan nilai-nilai tersebut. Kebanyakan dari orangtua ini tidak mengalami masalah dengan penerapan disiphn di dalam keluarga.

3) Tes Kreativilas sebagai predikior prestasi kreatif remaja Enam tes kreativitas yang dipersingkat diberikan kepada sampel remaja dalam studi ini. Meskipun beberapa mcnunjukkan korelasi yang bermakna dengan penilaian kreativitas secara keseluruhan korelasinya rendah.

4) Masa kritis Cukup banyak subjek dari sampel menyatakan tidak pernah mengalami “saat kritis” dalam hidup mereka, yaitu saat ketika karena bermacam-macam sebab citra diri mereka terbukti untuk perubahan.

5) Humor Bercanda, berolok-olok, dan memperdayakan sebagai lelucon, biasa terjadi pada keluarga kreatif. Anggota keluarga sering saling memberikan nama atau julukan lucu, dan menggunatkan kosakata yang hanya dapat dimengerti oleh mereka. Orangtua dan anak dalam penelitian ini diminta untuk menilai 13 ciri-ciri sepcrti “mempunyai IQ tinggi”, “mempunyai rasa homor”, dan “kurang populer dengan reman sebaya”. Ternyata “rasa humor” mendapat peringkat jauh lebih tinggi oleh keluarga kreatif daripada oleh keluarga perbandingan (control group).

6) Ciri-ciri mononjol lainnya Bertentangan dengan pendapat stereotip, anak-anak kreatif melihat dirinya mudah bergaul dengan orang lain dan menilai tinggi ciri ini. Mereka memandang dirinya “berbeda” dan mengatakan mempunyai pikiran ini pada usia dini (biasanya sebelum enam tahun). Mampu melihat suatu hal dengan cara baru dan menemukan gagasan baru sebagai ciri yang paling tepat menggambarkan mereka, dan memberi peringkat rendah terhadap diri sehat dan “mempunyai banyak energi.

7) Perumahan Kebanyakan dari keluarga kreatif menempati rumah yang jauh berbeda dari rumah-rumah orang lain. Ada yang modern; ada yang berlokasi di dalam hutan, ada yang antik, ada yang perabotnya tidak konvensional. Rumah-rumah tersebut didekorasi dengan koleksi yang langka.

8) Pengakuan dan penguatan pada usia aini Orangtua dalam studi ini diminta menyatakan pada usia berapa mereka pertama kali menduga bahwa anak mereka memiliki kemampuan yang luar biasa dan apa yang membuat mereka berfikir demikian. Kebanyakan memperhatikan tanda-tanda seperti pola pikiran khusus atau kemampuan memecahkan masalah yang tinggi sebelum anak mencapai umur tiga tahun.

9) Gaya hidup orangtua Kebanyakan orangtua dari keluarga kreatif dapat menceritakan salah satu aspek kehidupan mereka yang tidak biasa. Misalnya, kebanyakan ibu mempunyai pekerjaan yang jarang dilakukan wanita; mereka menjadi pengacara, ahli bcdah, atau seniman.

10) Trauma Anak kreadf lebih banyak mengalami trauma daripada anak biasa; peristiwa yang menyebabkan. kesedihan, kemarahan, atau keduanya, dan amar mengganggu kehidupan anak. Orangtua dari remaja kreatif mengingat dua sampai sembilan peristiwa traumatis yang dialami, dibandingkan hanya satu sampai tiga pada keluarga pembanding, Beberapa teoretikus percaya bahwa mcngalarni trauma masa kanak-kanak merupakan sebab ucama dari kreativitas, terutama pada para penulis.

11) Dampak dari Sekolah Penilaian kreativitas inovatif dari sekolah termasuk rendah, mungkian ada sekolah atau guru yang membantu meningkatkan kreativitas mereka tetapi dalam studi ini jarang ditemukan.

12) Bekerja Keras Ungkapan Thomas Edison bahwa kreativitas itu “one part inspiration and 99 parts perspiration” . Kreativitas itu hanya sedikit sekali merupakan hasil ilham, tetapi jauh lebih banyak merupakan hasil kerja keras. Hampir tanpa kecuali mereka mengatakan bahwa mereka bekerja jauh lebih keras daripada teman sekolah mereka dan telah melakukan demikian sejak saat musuk sekolah. Hal ini juga berlaku untuk macam-macam pekerjaan rumah dan tugas dalam keluarga.

Perihal alfabet1
Taman Bacaan - sebagai Perpustakaan Kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: