GIGANTO By Koen Setiawan


Primata Purba di Jantung Borneo

“Di atas pohon itu, pada ketinggian 10 meter, mengambanglah sesuatu yang bulat, lebarnya 5 meter, bercahaya pendar berwarna biru. Ketika ia bergerak ke atas, tepi bagian atasnya menjadi rata. Dalam sekejab cahaya itu lenyap dari pandangan. Menurut penduduk sekitar cahaya itu adalah kemamang, sejenis makluk halus.Gejala cahaya lainnya adalah seperti api unggun yang meloncat-loncat yang dinamakan “obor setan”. Ada pula gejala lainnya yang dari kejauhan seperti lampu petromaks, dan pada malam-malam tertentu beterbangan sampai ratusan…”
J Salatun, Perbukitan Gunung Lima, Sebelah Timur Pacitan, Jawa Timur, 1969.

Itu pengakuan salah satu pendiri LAPAN tentang pengalamannya bertemu kemamang. Ternyata di Brazil, fenomena ini juga berlangsung. Hanya bedanya para penduduk lokal percaya bahwa cahaya-cahaya itu adalah “para penjaga emas di perut bumi” atau Mothers of Gold.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: